Dwiasharialdy. http://dwiash.posterous.com Tentang Saya dan lain lain posterous.com Sun, 08 Nov 2009 16:31:49 -0800 Mengunduh di Linux http://dwiash.posterous.com/blog/mengunduh-di-linux.html http://dwiash.posterous.com/blog/mengunduh-di-linux.html Pada artikel ini saya akan membahas mengenai teknik-teknik dalam mengunduh di Linux. Saya tidak akan membahas mengenai aplikasi-aplikasi download manager di Linux, melainkan saya akan membahas mengenai pemanfaatan perkakas seadanya yang telah tersedia secara default di Linux untuk mengunduh berkas. Perkakas yang dimaksud adalah wget, shell script dan crontab. ketiga benda tersebut, biasanya telah tersedia secara default pada setiap sistem operasi berbasis linux (atau mungkin juga Unix). wget adalah sebuah aplikasi command-line yang berfungsi untuk mengunduh file, aplikasi ini sangat sederhana namun cukup fleksibel dan stabil untuk mengunduh file berukuran besar sekalipun. Perkakas kedua adalah Shell Script, yang merupakan bahasa scripting yang dapat diaplikasikan/dijalakan pada shell Unix (bash, sh atau shell Unix yang lainnya). Dan yang terakhir adalah crontab yang merupakan sebuah utility untuk mengatur penjadwalan. crontab dapat digunakan untuk menjadwalkan pengeksekusian aplikasi sehingga kita hanya perlu memberitahukan kapan saja suatu aplikasi harus dijalankan untuk kemudian cron akan mengeksekusi aplikasi tersebut pada waktu yang telah ditentukan.

Hanya mengunduh satu berkas

Tidak dibutuhkan teknik khusus jika hanya mengunduh satu berkas saja. Untuk melakukannya cukup ketikan perintah wget diikuti oleh URL berkas yang dimaksud pada terminal linux anda. berikut adalah contohnya:
$ wget http://suatusitus.com/suatu/file.ext
Ini adalah cara paling sederhana dalam menggunakan wget. Dengan perintah diatas, wget hanya akan mengunduh file hingga selesai. Kelemahan dari perintah di atas adalah tidak resumable, sehingga ia akan mengulang kembali dari nol jika ia terhenti ditengah jalan. Untuk mengatasi hal tersebut, pergunakanlah opsi -c atau --continue sebelum URL berkas.
$ wget -c http://suatusitus.com/suatu/file.ext
atau
$ wget --continue http://suatusitus.com/suatu/file.ext
Dengan perintah tersebut, jika terjadi sesuatu yang mengakibatkan wget berhenti (apakah disengaja atau tidak disengaja), maka wget dapat meneruskan hasil unduhannya tanpa mengulang dari nol. Selain opsi -c, sebenarnya terdapat beberapa opsi lain yang sangat berguna, diantaranya --limit-rate yang berfungsi untuk membatasi kecepatan unduh yang digunakan, opsi --user dan --password yang dapat digunakan jika situs terkait meminta autentikasi dari usernya. Untuk lebih lengkapnya dapat anda peroleh dengan mengetikan perintah berikut pada command-line
$ man wget

Mengunduh beberapa berkas (batch download)

Terdapat dua cara untuk melakukan batch download menggunakan wget. Cara pertama dengan mengetikkan setiap URL berkas secara langsug pada command-line setelah perintah wget.
$ wget -c http://situs.com/file1.zip http://situs.com/file2.zip http://situs.com/file2.zip
Cara tersebut cukup efektif jika jumlah berkas yang akan diunduh tidak terlalu banyak. Namun jika jumlah berkas yang hendak diunduh berjumlah puluhan atau lebih, maka cara ini sangatlah tidak efektif karena akan sangat sulit untuk mengetikan alamat URL-nya. Oleh karena itu, untuk melakukan pengunduhan berkas dalam jumlah yang besar, dibutuhkan cara kedua. Cara kedua ini menggunakan shell script untuk menampung perintah wget sebanyak jumlah berkas yang akan diunduh. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah sebuah contoh berkas shell script yang digunakan untuk batch download.
#!/bin/bash
wget -c http://situs.com/file1.zip
wget -c http://situs.com/file2.zip
wget -c http://situs.com/file3.zip
wget -c http://situs.com/file4.zip
wget -c http://situs.com/file5.zip
wget -c http://situs.com/file6.zip
wget -c http://situs.com/file7.zip
wget -c http://situs.com/file8.zip
wget -c http://situs.com/file9.zip
wget -c http://situs.com/file10.zip
wget -c http://situs.com/file11.zip
wget -c http://situs.com/file12.zip
Baris pertama pada script tersebut merupakan shebang yang menginstruksikan bahwa script tersebut harus diperlakukan sebagai sebuah shell script. Kemudian baris berikutnya merupakan perintah-perintah yang akan dieksekusi oleh shell, dalam hal ini adalah wget. Jika berkas shell script tersebut disimpan dengan nama download.sh, maka untuk menjalankannya kita hanya perlu mengeksekusi baris berikut pada terminal:
$ ./download.sh
Shell akan mengeksekusi perintah-perintah yang ada pada shell script tersebut sehingga semua file yang ditulis pada script tersebut diunduh satu-persatu. Dengan menggunakan shell script, kita pun dapat menambahkan beberapa teknik pemprogramman untuk memperingkas isi shell script tersebut. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan pengulangan jika berkas-berkas yang akan diunduh memiliki nama yang sekuensial seperti pada contoh diatas. Berikut adalah bentuk yang lebih ringkas untuk contoh tersebut.
#!/bin/bash
for i in `seq 1 12`;
do
  wget -c http://situs.com/file$i.zip
done

Menjadwal pengunduhan

Teknik terakhir yang mungkin saja anda butuhkan adalah menjadwal pengunduhan. Saya sendiri biasanya menggunakan penjadwalan untuk mengunduh berkas yang cukup besar, misalnya CD image. Saya biasanya menjadwalkan pengunduhan pada pagi-pagi sekitar pukul 2 pagi, ketika sudah tidak ada lagi yang menggunakan internet di rumah saya. Namun sebelumnya saya harus membiarkan komputer saya tetap menyala sehingga jika telah mencapai pukul 2 pagi, cron akan mengeksekusi perintah untuk mengunduh yang sebelumnya telah disiapkan. Penjadwalan ini dilakukan dengan bantuan dari crontab. Untuk menggunakannya, kita hanya perlu memasukan entry mengenai waktu dan program yang akan dijalankan pada crontab. Untuk membuka crontab, cukup ketikan perintah berikut di command-line:
$ crontab -e
Perintah tersebut akan membukakan crontab pada sebuah text editor pilihan anda. Begitu text editor telah siap, tinggal masukan entry untuk waktu serta program yang akan dijadwalkan dalam format seperti berikut:
* * * * * /path/to/script.sh
Kelima bintang tersebut merepresentasikan tingkatan waktu dari menit, jam, hari (perbulan), bulan serta hari dalam seminggu. Untuk lebih jelasnya, misalnya untuk kasus saya yang telah saya sebutkan sebelumnya (setiap pukul 2 pagi), maka berikut adalah entri pada crontab-nya:
0 2 * * * /path/to/script.sh
Tentu saja /path/to/script.sh harus diganti dengan alamat berkas shell script yang berisi perintah untuk mengunduh (seperti pada teknik sebelumnya). Contoh lainnya, jika anda ingin menjadwalkan pada setiap pukul 3 pagi setiap tanggal 30, maka berikut adalah entri yang harus anda masukan:
0 3 30 * * /path/to/script.sh
Begitu anda telah selesai memasukan entri untuk penjadwalan pada crontab, maka tugas anda telah selesai, biarkan cron daemon yang menjalankan script download sesuai dengan jadwal yang telah anda tentukan :) Berikut adalah beberapa sumber bacaan yang dapat gunakan untuk referensi lebih jauh mengenai materi pada artikel ini: Semoga bermanfaat :)

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali
Sun, 30 Aug 2009 11:02:03 -0700 Debugging dengan Krumo http://dwiash.posterous.com/blog/debugging-dengan-krumo.html http://dwiash.posterous.com/blog/debugging-dengan-krumo.html Bagi saudara/i yang akrab dengan bahasa pemprograman PHP pasti tidak asing lagi dengan fungsi print_f() atau var_dump(). Kedua fungsi tersebut biasa digunakan untuk melakukan debugging, yaitu untuk mengetahui isi (value) dari suatu peubah dalam bentuk array atau object. Salah satu contoh penggunaanya adalah seperti berikut ini. Misalnya untuk menampilkan isi dari peubah $_SERVER (merupakan peubah yang berisi informasi seputar server yang digunakan oleh PHP), maka berikut adalah kode PHP-nya:
print '<pre>';
print_r($_SERVER);
print '</pre>';
Dan berikut adalah hasil yang akan diperoleh (hanya sebagian yang ditampilkan. berhubung sangat panjang dan memakan banyak tempat): [caption id="attachment_65" align="alignnone" width="339" caption="Gambar 1: Hasil print_r()"]
Media_httpdwiasharial_eeejv
[/caption] Cara seperti ini memang cukup effisien dalam melakukan debugging. Namun terkadang dengan banyaknya jumlah elemen array yang dikandung pada suatu varibale dapat menyebabkan hasil dari print_r() sulit terbaca/dipahami dengan baik. Saya pun sering mengalami kesulitan dalam memahami isi dari suatu array yang sangat besar hingga akhirnya saya menemukan Krumo. Seperti yang tercantum pada situsnya, Krumo merupakan pengganti dari print_r() atau var_dump(). Krumo menampilkan isi dari peubah array atau objek dengan tampilan yang enak dilihat dan mudah dibaca. Cara penggunaanya pun sangat mudah, yaitu dengan memanggil terlebih dahulu file class.krumo.php lalu panggil fungsi krumo() dan mengisinya argumennya dengan peubah yang akan di-krumo-kan. Misalnya untuk kasus peubah $_SERVER, berikut adalah kode-nya:
include("class.krumo.php");
krumo($_SERVER);
Dan berikut adalah hasil dari kode diatas: [caption id="attachment_66" align="alignnone" width="462" caption="Gambar 2: Tampilan Krumo"]
Media_httpdwiasharial_omgfe
[/caption] Isi dari peubah $_SERVER ditampikan pada suatu tampilan yang lebih enak dilihat. Tampilannya berbentuk seperti collapsible tree pada suatu file browser, dimana dapat dilakukan drilldown untuk melihat isi/value dari item yang berada dilevel yang lebih dalam lagi. Cukup menarik bukan? tak adalagi text dalam bentuk preformated yang cukup sulit dibaca. Untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai Krumo beserta fitur-fitur lain yang dimilikinya, anda dapat mengunjungi situs proyek Krumo pada alamat http://krumo.sourceforge.net/

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali
Wed, 18 Feb 2009 07:20:38 -0800 Sony Ericsson G502 Theme http://dwiash.posterous.com/blog/sony-ericsson-g502-theme.html http://dwiash.posterous.com/blog/sony-ericsson-g502-theme.html Ini adalah tema yang saya buat untuk Sony Ericsson G502 saya. Saya membuatnya menggunakan Theme Creator dari Sony Ericsson. Tema yang saya buat ini mengikuti aturan dari Theme Developer guidelines yang saya peroleh dari http://www.sonyericsson.com/developer. Tema ini menggunakan standard theme versi 4.6 sehingga selain untuk seri G502, jika tidak ada bug, maka selayaknya tema ini pun kompatible untuk seri: K660, K850, W760, W890, W910, Z750 dan Z770 . Berikut adalah screen shot yang saya ambil dari theme creator untuk tema yang saya buat – bukan dari telepon genggam saya. Jika anda memiliki salah satu seri Sony Ericsson yang telah saya sebutkan diawal dan ingin mencoba tema ini, silahkan ikuti tautan ini. [caption id="attachment_59" align="alignnone" width="505" caption="gambar 1: Screenshot"]
Media_httpdwiasharial_ddwfk
[/caption] Jika anda tertarik untuk mengembangkan tema ataupun aplikasi untuk telepon selular dari Sony Ericsson, saya menyarankan anda untuk mengunjungi situs http://www.sonyericsson.com/developer. Di dalam situs tersebut terdapat resource lengkap mengenai berbagai hal yang mungkin anda butuhkan dalam mengembangkan tema ataupun aplikasi Sony Ericsson.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali
Sun, 18 Jan 2009 04:15:16 -0800 Aksara Sunda Dalam Unicode http://dwiash.posterous.com/blog/aksara-sunda-dalam-unicode.html http://dwiash.posterous.com/blog/aksara-sunda-dalam-unicode.html [caption id="attachment_55" align="alignnone" width="495" caption="Gambar 1: Contoh Aksara Sunda"]
Media_httpdwiasharial_xnieb
[/caption] Berawal ketika saya menggunakan aplikasi "Character Map" di ubuntu, saya menemukan bahwa di dalam ubuntu yang saya gunakan ternyata terdapat character set untuk sundanese script atau aksara sunda. Saya tidak tahu apakah memang secara default ubuntu menyertakan karakter set tersebut atau karena saya telah menginstalkan language support untuk Bahasa indonesia sehingga character set untuk aksara sunda tersedia di komputer saya. Namun yang pasti ini adalah hal yang benar-benar baru bagi saya. Pada saat itu character set untuk aksara sunda memang telah tersedia, namun bentuk karakternya sendiri belum ada, yang ada hanya rangkaian bilangan hexadesimal yang merepresentasikan karakter-karakter tersebut dalam format UTF-16. Hal itu disebabkan karena belum ada font yang memiliki karakter-karakter tersebut. Setelah googling, akhirnya saya menemukan font aksara sunda pada alamat: http://daluang.com/gembolan-paket-unicode-aksara-sunda-v100. Setelah download dan install, akhirnya saya bisa melihat dan menggunakan karakter-karakter tersebut di ubuntu saya. [caption id="attachment_57" align="alignnone" width="500" caption="Gambar 2: Karakter Aksara Sunda"]
Media_httpdwiasharial_efhjg
[/caption] Ya! ini memang aksara sunda seperti yang biasa saya lihat di beberapa papan nama jalan di kota bandung. Aksara sunda ini sendiri resmi masuk ke dalam sistem unicode pada bulan april 2008, setelah sebelumnya pada tahun 2006 proposal untuk slot aksara sunda di Unicode diajukan. Dengan masuknya aksara sunda ke dalam blok unicode diharapkan dapat membantu pelestarian budaya bangsa indonesia, karena dengan adanya aksara sunda pada sistem unicode, dapat mempermudah penggunaan aksara sunda, khususnya pada media elektronik. Sebelum aksara sunda, aksara bali dan bugis telah terlebih dahulu masuk kedalam sistem unicode. Namun yang saya heran, ternyata aksara jawa belum ada di sistem unicode, padahal sebelumnya saya mengira aksara jawa terlebih dahulu masuk di sistem unicode. Karena pada kenyataannya penggunaan aksara sunda masih sedikit dibandingkan dengan penggunaan aksara jawa, mungkin bisa antara bandung dan jogjakarta dalam penggunaan aksara masing-masing daerah tersebut.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali
Sat, 29 Nov 2008 10:10:32 -0800 Me, My Notebook and Linux http://dwiash.posterous.com/blog/me-my-notebook-and-linux.html http://dwiash.posterous.com/blog/me-my-notebook-and-linux.html Notebook saia ini adalah sebuah Acer Aspire 4530. Benda ini saya beli saat bulan puasa pada bulan september lalu. Saya membelinya sebelum dolar naik, jadi (mungkin) harganya masih tidak semahal saat ini. Notebook ini sangat membantu saya dalam melakukan berbagai pekerjaan baik tugas kuliah maupun kerjaan dari kantor. Yang paling penting, saya tidak perlu lagi duduk berjam-jam di depan komputer tua saya hingga pegal-pegal dan pantat saya terasa sakit saat mengerjakan kerjaan (jika anda belum tahu, saya adalah seorang tukang ketik kode program). Tapi kini saya bisa mengerjakan segala sesuatu dengan notebook ini dalam berbagai posisi: duduk; selonjoran; tengkurap; sambil nonton TV dan berbagai posisi lainnya yang tidak perlu anda ketahui. Intinya notebook ini menjadi benda terpenting bagi saya (paling tidak untuk saat ini) yang telah menggantikan komputer berusia - kira-kira - 6 tahun pemberian orang tua saya yang sebelumnya telah menjadi work horse bagi saya. Saking pentingnya benda ini untuk saya, sampai-sampai pernah membuat seseorang jealous karena perhatian saya lebih banyak tertuju pada notebook ini, namun hal ini tampaknya tidak perlu saya bahas disini ;-P Salah satu hal yang cukup membuat saya sibuk dengan notebook ini adalah perihal sistem operasi. Sejak notebook ini tidak disertai dengan sistem operasi yang legal (baca:windows) maka untuk menghindari sweeping ;-P, saya membutuhkan sebuah sistem operasi yang murah dan legal. Pilihan saya tentu saja jatuh pada linux karena selain gratis, linux pun powerfull. Namun karena notebook ini merupakan notebook keluaran baru, tidak semua linux kompatible dan dapat langsung beroperasi dengan mulus setelah diinstalkan. Setelah googling, akhirnya saya menemukan beberapa distro yang beroperasi cukup baik pada notebook saya ini. Pada saat saya melakukan pencarian tersebut, hanya OpenSuse 11, Mandriva 2008.1 saja yang dilaporkan dapat beroperasi cukup baik, walaupun - katanya - masih banyak device yang belum terdeteksi. Akhirnya saat itu saya memutuskan untuk menggunakan OpenSuse 11, karena seingat saya, OpenSuse selalu memiliki tampilan dan artwork yang cukup baik dibandingkan dengan distro lainnya. Memang benar, dari proses installasi hingga beroperasi tidak ditemukan kendala berarti. Namun memang untuk beberapa device belum terdeteksi, dan parahnya device tersebut adalah device-device yang cukup penting seperti wi-fii, soundcard dan graphic card. Namun setelah mengupgrade kernel dan menginstall driver NVIDIA, semua kendala tersebut dapat diatasi dan saya dapat menikmati notebook saya dengan cukup puas. Penggunaan OpenSuse pada notebook ini tidak berlangsung cukup lama. Karena beberapa minggu setelah itu, Saya mencoba untuk menggunakan Mandriva 2009. Dengan kernel 26.2.7 nya, ternyata hampir semua device di notebook saya ini dapat terdeteksi dan beroperasi kecuali webcam, namun itu tidak terlalu penting bagi saya. Setelah itu saya menggunakan Mandriva One 2009 untuk waktu yang cukup lama. Namun setelah sekian lama saya menggunakan Mandriva, saya merasakan salah satu kekurangan pada Mandriva, yaitu sulitnya untuk mengupdate dan menginstallkan aplikasi yang saya butuhkan. Hal ini disebabkan karena tidak adanya miror local yang menyediakan repository mandriva dan tidak ada yang menjual dvd berisi repositorynya di indonesia (setidaknya pada saat itu). Akhirnya saya mencoba menggunakan Ubuntu 8.10. Alasan saya untuk mencoba ubuntu adalah karena Ubuntu adalah distro linux yang paling banyak digunakan saat ini, selain itu banyak miror-miror lokal yang menyediakan repositorynya. Awalnya saya mencoba versi 64 bit untuk prosesor amd, namun sejak proses booting pun tidak berjalan lancar dan sama sekali tidak dapat masuk ke sistem linuxnya. Kemudian saya mencoba versi i386nya. Hasilnya cukup memuasakan, walaupun driver graphic cardnya tidak langsung dapat digunakan. Selain itu terdapat masalah pada driver wi-fii, ubuntu menginstalkan versi driver yang berbeda dengan versi wi-fii adapter yang terdapat di notebook saya. Akhirnya setelah googling saya dapat menyelesaikan masalah ini, yaitu dengan memakai driver untuk windows dengan bantuan ndiswrapper. Untuk waktu yang tidak ditentukan, saya pikir saya akan cukup nyaman menggunakan Ubuntu. Hampir semua yang saya butuhkan tersedia di Ubuntu dari mulai tugas kuliah hingga pekerjaan dapat saya kerjakan pada ubuntu, kecuali mungkin untuk bermain game, saya masih membutuhkan sistem operasi ilegal. Dan Berikut adalah screenshot dari desktop Ubuntu 8.10 yang saya gunakan : [caption id="attachment_53" align="alignnone" width="515" caption="Gambar 1: Desktop Ubuntu 8.10"]
Media_httpdwiasharial_czxax
[/caption]

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali
Fri, 07 Nov 2008 15:23:34 -0800 Situs yang terlupakan http://dwiash.posterous.com/blog/situs-yang-terlupakan.html http://dwiash.posterous.com/blog/situs-yang-terlupakan.html Beberapa waktu yang lalu saya sempat lupa jikalau saya mempunyai sebuah situs – sebuah situs yang terlupakan, lebih tepatnya. Saya mendapatkan kembali ingatan saya mengenai situs yang seharusnya saya kelola ini ketika salah seorang kolega menyindir saya karena saya tidak pernah meng-update situs ini – padahal beliaupun tak jauh berbeda dengan saya, malas untuk meng-update situsnya sendiri. Tapi tak mengapa, toh akhirnya saya malah merasa diingatkan untuk memanfaatkan apa yang telah saya miliki, yang telah dibeli dan dibangun dengan sejumput kerja keras dan semangat (halah!?!?!). Jika anda lihat, entry terakhir yang saya tulis sebelum entry ini adalah sebuah entry yang diposting pada bulan juni, dan sekarang adalah bulan nopember, Wow!! Saya ternyata membutuhkan 4 bulan untuk kembali mengisi situs ini, hmm dasar pemalas! contoh yang sangat buruk (harap untuk tidak meniru perbuatan sayah). Saking lamanya saya tidak menyentuh situs ini, saya mengalami kesulitan dalam mengakses halaman admin situs ini karena saya lupa password untuk masuk ke halaman adminnya. Tapi untungnya saya masih bias mengakses cpanel-nya sehingga saya bisa mengubah passwordnya secara manual di database-nya menggunakan phpmyadmin, lagi-lagi contoh yang buruk, jangan ditiru! Setelah berhasil masuk ke halaman admin, saya mulai memeriksa situs ini, dan ternyata ditemukan beberapa comment yang berasal dari beberapa kolega saya dan comment yang bersifat spam. Ketika melihat statistik pada halaman admin dan google webmaster tool, ternyata situs saya ini lumayan juga untuk sebuah situs yang tak terawat. Terdapat beberapa orang (yang nyasar) mengunjungi situs ini. Dan ternyata untuk beberapa keyword pada bulan-bulan kemaren, situs ini pernah menduduki posisi 10 besar di halaman search resultnya google terutama keyword "dwi asharialdy" (nya heueuh lah, saha deui nu boga ngaran kitu??). Tapi setidaknya ini menjadi penyemangat untuk kembali menghidupkan situs ini. Baiklah, Semangat!! Semoga untuk hari-hari kedepan, saya mempunyai sesuatu yang dapat saya share kepada anda di situs ini. Oh iya, jika anda ingin mengetahui apa saja yang tengah saya lakukan dan saya gandrungi akhir-akhir ini, berikut penjelasannya. Di sektor akademik, saat ini saya tengah mempelajari dan mengkaji berbagai hal mengenai semantic web, karena ini adalah tema seminar yang saya pilih. Selain itu, saat inipun saya tengah mempelajari nonrelation database, data warehouse+datamining dan beberapa topik lainnya yang terkait dengan matakuliah yang tengah saya kontrak. Di sektor karir, saya masih kerja di gagasimaji. Saat ini kami tengah mempersiapkan untuk membuat sebuah produk (pertama) kami, dan saya tengah sibuk mempersiapkan web service dan framework yang akan kami gunakan untuk membangun produk ini. Di sektor kesehatan, beberapa hari yang lalu saya menderita diare yang berkomplikasi dengan mag. Rasanya sangat menyiksa, dan saya tidak menganjurkan kepada anda untuk mengidap penyakit diare (walaupun saat ini sedang nge-trend) karena rasanya sangat tidak enak dan menyiksa, membuat tubuh anda lemah hingga menurunkan tekanan darah. Sementara sisanya, saat ini saya sedang menggalakan penggunaan linux di kehidupan saya. Dari mulai kebutuhan kuliah hingga pekerjaan, saya mengusahakan untuk mengerjakannya di linux. Linux yang saat ini saya pakai adalah mandriva 2009.0, tapi rencananya mau ganti ke ubuntu 8.10 begitu downlodan di kantor beres (hehehe). Oh iya, jika anda yang memiliki informasi terkait berbagai hal yang tengah saya geluti, tolong di share yah. Terimakasih.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali
Mon, 02 Jun 2008 08:10:43 -0700 Processing: menggambar dengan algoritma http://dwiash.posterous.com/blog/processing-menggambar-dengan-algoritma.html http://dwiash.posterous.com/blog/processing-menggambar-dengan-algoritma.html [caption id="attachment_49" align="alignnone" width="515" caption="Gambar 1: Contoh hasil dari Processing"]
Media_httpdwiasharial_ixbwy
[/caption] Processing adalah sebuah bahasa pemprograman open source yang ditujukan khusus untuk para desiner/seniman yang menggunakan komputer/software sebagai media kreativitasnya. Penggunaan komputer disini bukanlah seperti seorang artis menggunakan Adobe Illustrator untuk membuat sebuah gambar vektor, tetapi lebih kepada seorang artis menggunakan bahasa pemprograman (tentu saja dengan menulis algoritmanya) untuk membuat gambar/animasi. Biasanya hal seperti ini disebut sebagai computational art atau generative art atau algorithmic art. Jika anda tidak mengenal term tersebut, anda pasti pernah melihat visualisasi pada Winamp atau media player lainnya. Ya, kira-kira seperti itulah generative art. Menurut saya hal ini sangatlah unik, karena untuk untuk membuat karya tersebut sangat dibutuhkan kerjasama antara otak kanan dan otak kiri yang baik. Kembali kepada Processing. Processing dikembangkan diatas Java sehingga tak heran jika syntax dan aturan mainnya pun sangat mirip dengan java. Saat di-compile pun, output yang dihasilkan adalah file berbentuk java aplet untuk diimplementasikan di web dan 3 buah file executable untuk 3 flatform berbeda (windows, mac & linux). Karena sasarannya adalah artis, maka processing didesain secara sederhana dengan syntax yang cukup simple dan human-readable (setidaknya untuk seniman digital) serta IDE yang sangat sederhana (pula). IDE tersebut hanya terdiri dari sebuah text editor untuk mengedit source-code, sebuah toolbar dan sebuah panel console ditambah dengan sebuah window yang akan muncul jika project di-run. [caption id="attachment_50" align="alignnone" width="515" caption="Gambar 2: Processing IDE"]
Media_httpdwiasharial_cvbvj
[/caption] Sebenarnya Processing bukanlah bahasa pemprograman pertama yang ditujukan bagi dunia seni. Beberapa diantaranya adalah ActionScript, design by number dan lingo. Karena sebelumnya saya tidak pernah menggunakan Design by Number dan Lingo, saya tidak dapat memberikan perbandingan dengan Processing. Namun saya cukup mengenal ActionScript sehingga saya bisa berpendapat keduanya memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Salah satu keunggulan Processing dibandingkan dengan ActionScript/flash adalah processing dikembangkan diatas teknologi java, sehingga untuk menangani pengolahan data yang cukup besar, processing akan lebih unggul dibandingkan dengan flash/ActionScript (karena pemprograman untuk generative art biasanya menggunakan jumlah data yang cukup besar dengan looping yang cukup banyak pula). Selain itu syntax pada processing lebih mudah dimengerti oleh kalangan non-programmer jika dibandingkan dengan flash/ActionScript. Namun jika melihat kepopuleran tentu saja Flash/ActionScript lebih populer dibandingkan dengan processing (sejauh ini saya telah lebih banyak melihat web berisi flash dibanding web berisi java aplet). Tapi, jika anda merasa penasaran dengan Processing, saya anjurkan anda untuk mendownloadnya di http://processing.org. Di dalam paket yang didownload tersebut terdapat banyak contoh aplikasi yang telah berhasil membuat saya takjub. Selain itu, saya menganjurkan anda untuk mengunjungi situs berikut: http://www.openprocessing.org/ dan http://www.tom-carden.co.uk/processingblogs/ Oh iya, gambar pada permulaan artikel ini adalah karya pertama saya menggunakan processing. Karya ini adalah modifikasi dari salah satu contoh yang disertakan dalam paket installasi Processing. Jika anda ingin mencoba java apletnya, silakan klik disini.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali
Mon, 24 Mar 2008 03:45:24 -0700 OpenID http://dwiash.posterous.com/blog/openid.html http://dwiash.posterous.com/blog/openid.html Beberapa waktu yang lalu saya mencoba Drupal versi 6 (saya tidak akan membahas Drupal versi 6). Salah satu fitur baru yang pertama kali terlihat adalah login menggunakan OpenID. Sebenarnya sebelum itu saya pernah mendengar, atau lebih tepatnya membaca sekilas tentang OpenID namun saat itu saya tidak begitu memperhatikan tulisan tersebut sehingga saya tidak paham dengan apa yang disebut OpenID. Akhirnya setelah melakukan penelusuran lebih lanjut pada berbagai situs, saya menemukan bahwa OpenID adalah sebuah solusi yang secara tak sadar saya (atau mungkin juga anda?) butuhkan selama ini untuk melakukan berbagai aktifitas di dunia maya. Lalu apa yang dimaksud dengan OpenID ? Baiklah, secara kasar saya pikir OpenID dapat dikatakan sebuah distributed single account system. Jika anda seorang mahasiswa sebuah universitas mungkin anda memiliki hal serupa di kampus anda. Anda memiliki sebuah KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) dan KTM tersebut dapat digunakan untuk berbagai urusan misalnya mengakses system informasi kampus anda, untuk meminjam buku di perpustakaan dan lain sebagainya. Kira-kira seperti itulah OpenID, hanya saja OpenID digunakan di Internet. Dengan OpenID anda hanya perlu memiliki satu OpenID untuk login ke berbagai situs berbeda, sehingga anda tidak perlu lagi melakukan registrasi setiap akan menjadi member dari sebuah situs dan lebih penting lagi, anda tidak perlu mengingat userid dan password untuk tiap situs yang berbeda. Karena OpenID adalah sebuah system yang terdistribusi, maka untuk mendapatkan sebuah OpenID anda bisa melakukan registrasi pada beberapa situs (biasanya disebut sebagai OpenID identity provider). Saat ini telah banyak identity provider yang dapat anda gunakan, pilihlah yang menurut anda dapat dipercaya (list lengkap mengenai provider yang dapat anda gunakan dapat anda temukan pada : http://wiki.openid.net/OpenIDServers). Namun jika anda telah memiliki account pada situs-situs seperti: AOL, Flickr, LiveDoor, LiveJournal, Orange.fr, SmugMug, Vox, Yahoo dan wordpress.com, maka anda tidak perlu lagi melakukan registrasi untuk mendapatkan OpenID karena anda telah memilikinya (atau hanya perlu mengaktifkan account anda agar dapat digunakan sebagai OpenID). Bagaimana cara menggunakan OpenID? Untuk menggunkan OpenID, hal pertama yang harus anda lakukan adalah melakukan registrasi pada salah satu OpenID identity provider, namun hal ini tak perlu saya bahas karena saya pikir proses registrasinya bisa saja tidak beda jauh dengan proses registrasi pada system lainnya. Namun menggunakannya, saya pikir adalah sebuah hal yang cukup unik dan berbeda. Setelah anda teregistrasi dan memiliki sebuah ID, maka anda telah siap untuk menggunakannya. Anda hanya dapat menggunakan OpenID pada situs yang telah terintegrasi dengan OpenID. Situs yang telah terintegrasi dengan OpenID biasanya pada bagian loginnya terdapat sebuah link atau field untuk “login with openID” atau hal lain yang serupa. Disinilah saya pikir keunikan OpenID, untuk melakukan login, anda hanya dipersilahkan untuk mengisi satu field

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali
Sun, 02 Mar 2008 08:21:06 -0800 Website baru, semangat baru.. http://dwiash.posterous.com/blog/website-baru-semangat-baru.html http://dwiash.posterous.com/blog/website-baru-semangat-baru.html

Website baru...!!! akhirnya punya website beneran juga, mudah-mudahan nasibnya ngga kaya yang dulu.

Doakan aku, pemirsa!!!

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali