Dwiasharialdy. http://dwiash.posterous.com Tentang Saya dan lain lain posterous.com Sun, 30 Aug 2009 11:02:03 -0700 Debugging dengan Krumo http://dwiash.posterous.com/blog/debugging-dengan-krumo.html http://dwiash.posterous.com/blog/debugging-dengan-krumo.html Bagi saudara/i yang akrab dengan bahasa pemprograman PHP pasti tidak asing lagi dengan fungsi print_f() atau var_dump(). Kedua fungsi tersebut biasa digunakan untuk melakukan debugging, yaitu untuk mengetahui isi (value) dari suatu peubah dalam bentuk array atau object. Salah satu contoh penggunaanya adalah seperti berikut ini. Misalnya untuk menampilkan isi dari peubah $_SERVER (merupakan peubah yang berisi informasi seputar server yang digunakan oleh PHP), maka berikut adalah kode PHP-nya:
print '<pre>';
print_r($_SERVER);
print '</pre>';
Dan berikut adalah hasil yang akan diperoleh (hanya sebagian yang ditampilkan. berhubung sangat panjang dan memakan banyak tempat): [caption id="attachment_65" align="alignnone" width="339" caption="Gambar 1: Hasil print_r()"]
Media_httpdwiasharial_eeejv
[/caption] Cara seperti ini memang cukup effisien dalam melakukan debugging. Namun terkadang dengan banyaknya jumlah elemen array yang dikandung pada suatu varibale dapat menyebabkan hasil dari print_r() sulit terbaca/dipahami dengan baik. Saya pun sering mengalami kesulitan dalam memahami isi dari suatu array yang sangat besar hingga akhirnya saya menemukan Krumo. Seperti yang tercantum pada situsnya, Krumo merupakan pengganti dari print_r() atau var_dump(). Krumo menampilkan isi dari peubah array atau objek dengan tampilan yang enak dilihat dan mudah dibaca. Cara penggunaanya pun sangat mudah, yaitu dengan memanggil terlebih dahulu file class.krumo.php lalu panggil fungsi krumo() dan mengisinya argumennya dengan peubah yang akan di-krumo-kan. Misalnya untuk kasus peubah $_SERVER, berikut adalah kode-nya:
include("class.krumo.php");
krumo($_SERVER);
Dan berikut adalah hasil dari kode diatas: [caption id="attachment_66" align="alignnone" width="462" caption="Gambar 2: Tampilan Krumo"]
Media_httpdwiasharial_omgfe
[/caption] Isi dari peubah $_SERVER ditampikan pada suatu tampilan yang lebih enak dilihat. Tampilannya berbentuk seperti collapsible tree pada suatu file browser, dimana dapat dilakukan drilldown untuk melihat isi/value dari item yang berada dilevel yang lebih dalam lagi. Cukup menarik bukan? tak adalagi text dalam bentuk preformated yang cukup sulit dibaca. Untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai Krumo beserta fitur-fitur lain yang dimilikinya, anda dapat mengunjungi situs proyek Krumo pada alamat http://krumo.sourceforge.net/

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali
Mon, 02 Jun 2008 08:10:43 -0700 Processing: menggambar dengan algoritma http://dwiash.posterous.com/blog/processing-menggambar-dengan-algoritma.html http://dwiash.posterous.com/blog/processing-menggambar-dengan-algoritma.html [caption id="attachment_49" align="alignnone" width="515" caption="Gambar 1: Contoh hasil dari Processing"]
Media_httpdwiasharial_ixbwy
[/caption] Processing adalah sebuah bahasa pemprograman open source yang ditujukan khusus untuk para desiner/seniman yang menggunakan komputer/software sebagai media kreativitasnya. Penggunaan komputer disini bukanlah seperti seorang artis menggunakan Adobe Illustrator untuk membuat sebuah gambar vektor, tetapi lebih kepada seorang artis menggunakan bahasa pemprograman (tentu saja dengan menulis algoritmanya) untuk membuat gambar/animasi. Biasanya hal seperti ini disebut sebagai computational art atau generative art atau algorithmic art. Jika anda tidak mengenal term tersebut, anda pasti pernah melihat visualisasi pada Winamp atau media player lainnya. Ya, kira-kira seperti itulah generative art. Menurut saya hal ini sangatlah unik, karena untuk untuk membuat karya tersebut sangat dibutuhkan kerjasama antara otak kanan dan otak kiri yang baik. Kembali kepada Processing. Processing dikembangkan diatas Java sehingga tak heran jika syntax dan aturan mainnya pun sangat mirip dengan java. Saat di-compile pun, output yang dihasilkan adalah file berbentuk java aplet untuk diimplementasikan di web dan 3 buah file executable untuk 3 flatform berbeda (windows, mac & linux). Karena sasarannya adalah artis, maka processing didesain secara sederhana dengan syntax yang cukup simple dan human-readable (setidaknya untuk seniman digital) serta IDE yang sangat sederhana (pula). IDE tersebut hanya terdiri dari sebuah text editor untuk mengedit source-code, sebuah toolbar dan sebuah panel console ditambah dengan sebuah window yang akan muncul jika project di-run. [caption id="attachment_50" align="alignnone" width="515" caption="Gambar 2: Processing IDE"]
Media_httpdwiasharial_cvbvj
[/caption] Sebenarnya Processing bukanlah bahasa pemprograman pertama yang ditujukan bagi dunia seni. Beberapa diantaranya adalah ActionScript, design by number dan lingo. Karena sebelumnya saya tidak pernah menggunakan Design by Number dan Lingo, saya tidak dapat memberikan perbandingan dengan Processing. Namun saya cukup mengenal ActionScript sehingga saya bisa berpendapat keduanya memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Salah satu keunggulan Processing dibandingkan dengan ActionScript/flash adalah processing dikembangkan diatas teknologi java, sehingga untuk menangani pengolahan data yang cukup besar, processing akan lebih unggul dibandingkan dengan flash/ActionScript (karena pemprograman untuk generative art biasanya menggunakan jumlah data yang cukup besar dengan looping yang cukup banyak pula). Selain itu syntax pada processing lebih mudah dimengerti oleh kalangan non-programmer jika dibandingkan dengan flash/ActionScript. Namun jika melihat kepopuleran tentu saja Flash/ActionScript lebih populer dibandingkan dengan processing (sejauh ini saya telah lebih banyak melihat web berisi flash dibanding web berisi java aplet). Tapi, jika anda merasa penasaran dengan Processing, saya anjurkan anda untuk mendownloadnya di http://processing.org. Di dalam paket yang didownload tersebut terdapat banyak contoh aplikasi yang telah berhasil membuat saya takjub. Selain itu, saya menganjurkan anda untuk mengunjungi situs berikut: http://www.openprocessing.org/ dan http://www.tom-carden.co.uk/processingblogs/ Oh iya, gambar pada permulaan artikel ini adalah karya pertama saya menggunakan processing. Karya ini adalah modifikasi dari salah satu contoh yang disertakan dalam paket installasi Processing. Jika anda ingin mencoba java apletnya, silakan klik disini.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali