Dwiasharialdy. http://dwiash.posterous.com Tentang Saya dan lain lain posterous.com Sun, 18 Jan 2009 04:15:16 -0800 Aksara Sunda Dalam Unicode http://dwiash.posterous.com/blog/aksara-sunda-dalam-unicode.html http://dwiash.posterous.com/blog/aksara-sunda-dalam-unicode.html [caption id="attachment_55" align="alignnone" width="495" caption="Gambar 1: Contoh Aksara Sunda"]
Media_httpdwiasharial_xnieb
[/caption] Berawal ketika saya menggunakan aplikasi "Character Map" di ubuntu, saya menemukan bahwa di dalam ubuntu yang saya gunakan ternyata terdapat character set untuk sundanese script atau aksara sunda. Saya tidak tahu apakah memang secara default ubuntu menyertakan karakter set tersebut atau karena saya telah menginstalkan language support untuk Bahasa indonesia sehingga character set untuk aksara sunda tersedia di komputer saya. Namun yang pasti ini adalah hal yang benar-benar baru bagi saya. Pada saat itu character set untuk aksara sunda memang telah tersedia, namun bentuk karakternya sendiri belum ada, yang ada hanya rangkaian bilangan hexadesimal yang merepresentasikan karakter-karakter tersebut dalam format UTF-16. Hal itu disebabkan karena belum ada font yang memiliki karakter-karakter tersebut. Setelah googling, akhirnya saya menemukan font aksara sunda pada alamat: http://daluang.com/gembolan-paket-unicode-aksara-sunda-v100. Setelah download dan install, akhirnya saya bisa melihat dan menggunakan karakter-karakter tersebut di ubuntu saya. [caption id="attachment_57" align="alignnone" width="500" caption="Gambar 2: Karakter Aksara Sunda"]
Media_httpdwiasharial_efhjg
[/caption] Ya! ini memang aksara sunda seperti yang biasa saya lihat di beberapa papan nama jalan di kota bandung. Aksara sunda ini sendiri resmi masuk ke dalam sistem unicode pada bulan april 2008, setelah sebelumnya pada tahun 2006 proposal untuk slot aksara sunda di Unicode diajukan. Dengan masuknya aksara sunda ke dalam blok unicode diharapkan dapat membantu pelestarian budaya bangsa indonesia, karena dengan adanya aksara sunda pada sistem unicode, dapat mempermudah penggunaan aksara sunda, khususnya pada media elektronik. Sebelum aksara sunda, aksara bali dan bugis telah terlebih dahulu masuk kedalam sistem unicode. Namun yang saya heran, ternyata aksara jawa belum ada di sistem unicode, padahal sebelumnya saya mengira aksara jawa terlebih dahulu masuk di sistem unicode. Karena pada kenyataannya penggunaan aksara sunda masih sedikit dibandingkan dengan penggunaan aksara jawa, mungkin bisa antara bandung dan jogjakarta dalam penggunaan aksara masing-masing daerah tersebut.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali
Sat, 29 Nov 2008 10:10:32 -0800 Me, My Notebook and Linux http://dwiash.posterous.com/blog/me-my-notebook-and-linux.html http://dwiash.posterous.com/blog/me-my-notebook-and-linux.html Notebook saia ini adalah sebuah Acer Aspire 4530. Benda ini saya beli saat bulan puasa pada bulan september lalu. Saya membelinya sebelum dolar naik, jadi (mungkin) harganya masih tidak semahal saat ini. Notebook ini sangat membantu saya dalam melakukan berbagai pekerjaan baik tugas kuliah maupun kerjaan dari kantor. Yang paling penting, saya tidak perlu lagi duduk berjam-jam di depan komputer tua saya hingga pegal-pegal dan pantat saya terasa sakit saat mengerjakan kerjaan (jika anda belum tahu, saya adalah seorang tukang ketik kode program). Tapi kini saya bisa mengerjakan segala sesuatu dengan notebook ini dalam berbagai posisi: duduk; selonjoran; tengkurap; sambil nonton TV dan berbagai posisi lainnya yang tidak perlu anda ketahui. Intinya notebook ini menjadi benda terpenting bagi saya (paling tidak untuk saat ini) yang telah menggantikan komputer berusia - kira-kira - 6 tahun pemberian orang tua saya yang sebelumnya telah menjadi work horse bagi saya. Saking pentingnya benda ini untuk saya, sampai-sampai pernah membuat seseorang jealous karena perhatian saya lebih banyak tertuju pada notebook ini, namun hal ini tampaknya tidak perlu saya bahas disini ;-P Salah satu hal yang cukup membuat saya sibuk dengan notebook ini adalah perihal sistem operasi. Sejak notebook ini tidak disertai dengan sistem operasi yang legal (baca:windows) maka untuk menghindari sweeping ;-P, saya membutuhkan sebuah sistem operasi yang murah dan legal. Pilihan saya tentu saja jatuh pada linux karena selain gratis, linux pun powerfull. Namun karena notebook ini merupakan notebook keluaran baru, tidak semua linux kompatible dan dapat langsung beroperasi dengan mulus setelah diinstalkan. Setelah googling, akhirnya saya menemukan beberapa distro yang beroperasi cukup baik pada notebook saya ini. Pada saat saya melakukan pencarian tersebut, hanya OpenSuse 11, Mandriva 2008.1 saja yang dilaporkan dapat beroperasi cukup baik, walaupun - katanya - masih banyak device yang belum terdeteksi. Akhirnya saat itu saya memutuskan untuk menggunakan OpenSuse 11, karena seingat saya, OpenSuse selalu memiliki tampilan dan artwork yang cukup baik dibandingkan dengan distro lainnya. Memang benar, dari proses installasi hingga beroperasi tidak ditemukan kendala berarti. Namun memang untuk beberapa device belum terdeteksi, dan parahnya device tersebut adalah device-device yang cukup penting seperti wi-fii, soundcard dan graphic card. Namun setelah mengupgrade kernel dan menginstall driver NVIDIA, semua kendala tersebut dapat diatasi dan saya dapat menikmati notebook saya dengan cukup puas. Penggunaan OpenSuse pada notebook ini tidak berlangsung cukup lama. Karena beberapa minggu setelah itu, Saya mencoba untuk menggunakan Mandriva 2009. Dengan kernel 26.2.7 nya, ternyata hampir semua device di notebook saya ini dapat terdeteksi dan beroperasi kecuali webcam, namun itu tidak terlalu penting bagi saya. Setelah itu saya menggunakan Mandriva One 2009 untuk waktu yang cukup lama. Namun setelah sekian lama saya menggunakan Mandriva, saya merasakan salah satu kekurangan pada Mandriva, yaitu sulitnya untuk mengupdate dan menginstallkan aplikasi yang saya butuhkan. Hal ini disebabkan karena tidak adanya miror local yang menyediakan repository mandriva dan tidak ada yang menjual dvd berisi repositorynya di indonesia (setidaknya pada saat itu). Akhirnya saya mencoba menggunakan Ubuntu 8.10. Alasan saya untuk mencoba ubuntu adalah karena Ubuntu adalah distro linux yang paling banyak digunakan saat ini, selain itu banyak miror-miror lokal yang menyediakan repositorynya. Awalnya saya mencoba versi 64 bit untuk prosesor amd, namun sejak proses booting pun tidak berjalan lancar dan sama sekali tidak dapat masuk ke sistem linuxnya. Kemudian saya mencoba versi i386nya. Hasilnya cukup memuasakan, walaupun driver graphic cardnya tidak langsung dapat digunakan. Selain itu terdapat masalah pada driver wi-fii, ubuntu menginstalkan versi driver yang berbeda dengan versi wi-fii adapter yang terdapat di notebook saya. Akhirnya setelah googling saya dapat menyelesaikan masalah ini, yaitu dengan memakai driver untuk windows dengan bantuan ndiswrapper. Untuk waktu yang tidak ditentukan, saya pikir saya akan cukup nyaman menggunakan Ubuntu. Hampir semua yang saya butuhkan tersedia di Ubuntu dari mulai tugas kuliah hingga pekerjaan dapat saya kerjakan pada ubuntu, kecuali mungkin untuk bermain game, saya masih membutuhkan sistem operasi ilegal. Dan Berikut adalah screenshot dari desktop Ubuntu 8.10 yang saya gunakan : [caption id="attachment_53" align="alignnone" width="515" caption="Gambar 1: Desktop Ubuntu 8.10"]
Media_httpdwiasharial_czxax
[/caption]

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/611656/for-dummies-2.png http://posterous.com/users/5AqfmAZP9HxL Dwi Asharialdy Hambali dwiasharialdy Dwi Asharialdy Hambali